Media Indonesia, 27-10-00
Kerusuhan Terus Berlangsung di Pulau Saparua
Kerusuhan Terus Berlangsung di Pulau Saparua Media Indonesia - Nusantara
(27/10/2000 00:28 WIB) AMBON (Media):
Kerusuhan bernuansa SARA yang terjadi di Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, sejak Selasa (24/10) lalu, hingga kemarin masih terus berlangsung. Wakapolsek Pulau Saparua Inspektur II Hanock
Suryalle, ketika dimintai konfirmasinya membenarkan kerusuhan yang melibatkan warga Desa Sirisori Islam, Ulath, dan Ouw itu kembali terjadi Kamis (26/10) dini hari sekitar pukul 03.00 WIT,
setelah sehari sebelumnya tenang karena berhasil diredam aparat keamanan. Guna membantu mengamankan situasi di wilayah tersebut, pihaknya tengah berupaya untuk mengirimkan satu peleton brimob
dari Saparua melalui laut, mengingat transportasi daratnya kini lumpuh total. "Kami sedang mencari angkutan untuk mengangkut pasukan tambahan yang diperkirakan akan ditempatkan di perbatasan
antara Desa Ulath dan Sirisori Islam," katanya seperti dikutip Antara. Ia juga mengaku akan melaporkan perkembangan situasi serta langkah-langkah pengamanan yang telah dilakukan kepada Kadispen
Polda Maluku, Asisten Superintendent Philips Jekriel, guna memperoleh petunjuk selanjutnya. Luka-luka Sementara itu, Kepala RSU Saparua, dr Johanes Paranuan yang dimintai konfirmasinya secara
terpisah, membenarkan terjadinya kerusuhan Kamis kemarin. Dilaporkan sejumlah orang mengalami luka-luka, namun jumlahnya belum diketahui pasti karena belum ada yang dibawa ke rumah sakit
tersebut. "Saya sudah memperoleh laporan ada warga yang luka-luka dalam pertikaian tersebut. Namun hingga siang ini (Kamis 26/10), belum ada yang masuk ke RSU. Korban masih ditampung di Puskesmas
Pembantu (Pustu) di Desa Ulath," katanya. Pihaknya juga telah diminta untuk mengirimkan tambahan tenaga medis ke Pustu Desa Ulath, namun tidak bisa dipenuhi, mengingat tenaga yang ada di RSU
Saparua sangat terbatas, yakni hanya tujuh tenaga medis dan paramedis. Hingga sekitar pukul 13.00 WIT, kemarin, situasi dan kondisi di Saparua masih memanas. Rentetan tembakan senjata
standar/organik masih terdengar di samping bunyi senjata rakitan disertai ledakan mortir, granat, maupun bom rakitan. Dari data yang ada, kerusuhan SARA di Saparua, Selasa (24/10) mengakibatkan
sedikitnya 12 warga sipil luka-luka. Lima di antaranya masih menjalani perawatan intensif, sedangkan tujuh lainnya hanya menjalani rawat jalan. (N-2)
Sinds een aantal jaren leven wij in een wereld waarbij informatie ten overvloede wordt aangeboden. Men kan via internet op elk gewenst moment aan zijn informatie komen, maar de vraag is of die informatie wel beschikbaar is.
Doel van de Ullath website is informatie- en cultuuroverdracht naar molukkers in het algemeen maar vooral de Ullathnesen en natuurlijk alle andere mensen die
geïnteresseerd zijn in ons kampong Ullath. De website moet toegankelijk zijn.
De titel van de website is Maluku-Saparua-Ullath. De naam is gekozen voor de herkenbaarheid en hebben met elkaar te maken bijvoorbeeld omdat er in Ambon veel medicijnen nodig zijn, heeft Saparua
geen medicijnen meer dus ook Ullath niet. Op 19 juni 2000 was de geraamte klaar, inclus de basisteksten. Het invoeren van de geschikte informatie is hierbij nodig, ongeacht hoe lang de tekst op
de site is. Waarom?
1 Degenen die de lange teksten niet willen lezen, hebben zelf de keuze om de materie selectief te benaderen (voor ieder wat wils);
2 Hoe meer tekst hoe meer kritiek!? Zelf vind ik het dat je het juist positief moet benaderen. de inzendingen kunnen wij namelijk analyseren, wat zijn de verschillende denkwijzen invalshoeken, waar zijn de knelpunten. Dit kan later namelijk ook gebruikt worden bij bijvoorbeeld een Ullath-vergadering. Men kan er dan openlijk over discussiëren,hierdoor kunnen bepaalde onderwerpen opgelost worden. Anders kan het verwarrend zijn voor de komende generaties.
dinsdag 25 juli 2000 9:30:56
---------------------------
Ullath.jimdo.com
2000-2024
