Astaga, 25-10-00
Kerusuhan Kembali Terjadi di Saparua, Dua Luka-Luka
Kerusuhan Kembali Terjadi di Saparua, Dua Luka-Luka Ambon - 25 Oct 00 09:35 WIB (Astaga.com) Kerusuhan antarkelompok bernuansa SARA kembali terjadi di Pulau Saparua , Maluku dengan melibatkan warga Desa Sirisori Islam, Ulath dan Ouw, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (24/10) sore, mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka. Data yang dihimpun Antara dari sejumlah sumber di Saparua menyebutkan, pertikaian tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIT.
Dua korban luka-luka itu akibat terkena serpihan granat dan bom rakitan dan kini tengah menjalani perawatan intensif di RSU Saparua. Kepala RSU Saparua, Dr. Johanes Paranuan, ketika dikonfirmasi belum bisa dihubungi karena sedang bertugas mengoperasi para korban kerusuhan itu. Sementara itu, staf Ahli Bidang Penerangan Posko Darurat Sipil, Drs. John Tomasoa, ketika dikonfirmasi secara terpisah membenarkan terjadinya pertikaian tersebut. "Memang benar pertikaian kembali terjadi .Keadaan di lapangan belum bisa diketahui, karena belum dilaporkan Polsek Saparua, mengingat Kapolseknya sementara berada di Ambon untuk urusan dinas," ujarnya.
Dia juga mengakui, sedang berkoordinasi dengan Komandan Sektor Pengamanan 1/Ambon, Kolonel Inf. A. Siswanto untuk mengirimkan tambahan pasukan guna meredam konflik kemanusiaan itu. Hingga berita ini diturunkan sekitar pukul 21.30 WIT, suhu pertikaian di wilayah itu masih terus memanas, karena terdengar rentetan tembakan senjata standar maupun rakitan, diselingi ledakan mortir, granat serta bom rakitan berhulu ledak sangat besar. Insiden ini pun mengakibatkan, sebagian besar warga terutama orang tua, wanita dan anak-anak yang tinggal berdekatan dengan lokasi kejadian terpaksa mengungsikan diri ke lokasi-lokasi yang diperkirakan aman. (*)
Sinds een aantal jaren leven wij in een wereld waarbij informatie ten overvloede wordt aangeboden. Men kan via internet op elk gewenst moment aan zijn informatie komen, maar de vraag is of die informatie wel beschikbaar is.
Doel van de Ullath website is informatie- en cultuuroverdracht naar molukkers in het algemeen maar vooral de Ullathnesen en natuurlijk alle andere mensen die
geïnteresseerd zijn in ons kampong Ullath. De website moet toegankelijk zijn.
De titel van de website is Maluku-Saparua-Ullath. De naam is gekozen voor de herkenbaarheid en hebben met elkaar te maken bijvoorbeeld omdat er in Ambon veel medicijnen nodig zijn, heeft Saparua
geen medicijnen meer dus ook Ullath niet. Op 19 juni 2000 was de geraamte klaar, inclus de basisteksten. Het invoeren van de geschikte informatie is hierbij nodig, ongeacht hoe lang de tekst op
de site is. Waarom?
1 Degenen die de lange teksten niet willen lezen, hebben zelf de keuze om de materie selectief te benaderen (voor ieder wat wils);
2 Hoe meer tekst hoe meer kritiek!? Zelf vind ik het dat je het juist positief moet benaderen. de inzendingen kunnen wij namelijk analyseren, wat zijn de verschillende denkwijzen invalshoeken, waar zijn de knelpunten. Dit kan later namelijk ook gebruikt worden bij bijvoorbeeld een Ullath-vergadering. Men kan er dan openlijk over discussiëren,hierdoor kunnen bepaalde onderwerpen opgelost worden. Anders kan het verwarrend zijn voor de komende generaties.
dinsdag 25 juli 2000 9:30:56
---------------------------
Ullath.jimdo.com
2000-2024
